Tuesday, February 24, 2015

hadist dan ayat Al -qur'an tuntunan dalam rumah tangga

Bismillahirrohmanirrohiim
Siang Indonesia
hmm.. sudah lama sekali baru bisa up date blog ini lagi..
berawal dari teguran - teguran kecil yang di kasih oleh ALLAH SWT kepada saya dan keluarga kecil saya.. dan teguran kerass.. !!
sekarang saat nya untuk mengisi 'gelas' kosong ini demi mendapat ridho dari ALLAH SWT untuk selalu menjalankan perintah NYA dan meninggalkan larangan NYA.. Aamiin
" Belajar nya tiap hari, tiap saat.. ujian nya dadakan " .. kehidupan.
Berikut, garis besar hak dan kewajiban suami isteri yang saya rangkum dari buku “Petunjuk Sunnah dan Adab Sehari-hari Lengkap” karangan H.A. Abdurrahman Ahmad.
Hak Bersama Suami Istri ;
– Suami istri, hendaknya saling menumbuhkan suasana mawaddah dan rahmah. (Ar-Rum: 21)
– Hendaknya saling mempercayai dan memahami sifat masing-masing pasangannya. (An-Nisa’: 19 – Al-Hujuraat: 10)
– Hendaknya menghiasi dengan pergaulan yang harmonis. (An-Nisa’: 19) – Hendaknya saling menasehati dalam kebaikan. (Muttafaqun Alaih)
Adab Suami Kepada Istri ;
- Suami hendaknya menyadari bahwa istri adalah suatu ujian dalam menjalankan agama. (At-aubah: 24)
– Seorang istri bisa menjadi musuh bagi suami dalam mentaati Allah clan Rasul-Nya. (At-Taghabun: 14)
– Hendaknya senantiasa berdo’a kepada Allah meminta istri yang sholehah. (AI-Furqan: 74)
– Diantara kewajiban suami terhadap istri, ialah: Membayar mahar, Memberi nafkah (makan, pakaian, tempat tinggal), Menggaulinya dengan baik, Berlaku adil jika beristri lebih dari satu. (AI-Ghazali)
– Jika istri berbuat ‘Nusyuz’, maka dianjurkan melakukan tindakan berikut ini secara berurutan:
   (a) Memberi nasehat,
   (b) Pisah kamar,
   (c) Memukul dengan pukulan yang   tidak menyakitkan.(An-Nisa’: 34) ‘Nusyuz‘ adalah: Kedurhakaan istri kepada suami dalam hal ketaatan kepada Allah.
– Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah, yang paling baik akhlaknya dan paling ramah terhadap istrinya/keluarganya. (Tirmidzi)
– Suami tidak boleh kikir dalam menafkahkan hartanya untuk istri dan anaknya.(Ath-Thalaq: 7)
– Suami dilarang berlaku kasar terhadap istrinya. (Tirmidzi)
– Hendaklah jangan selalu mentaati istri dalam kehidupan rumah tangga. Sebaiknya terkadang menyelisihi mereka. Dalam menyelisihi mereka, ada keberkahan. (Baihaqi, Umar bin Khattab ra., Hasan Bashri)
– Suami hendaknya bersabar dalam menghadapi sikap buruk istrinya. (Abu Ya’la)
– Suami wajib menggauli istrinya dengan cara yang baik. Dengan penuh kasih sayang, tanpa kasar dan zhalim. (An-Nisa’: 19)
– Suami wajib memberi makan istrinya apa yang ia makan, memberinya pakaian, tidak memukul wajahnya, tidak menghinanya, dan tidak berpisah ranjang kecuali dalam rumah sendiri. (Abu Dawud).
– Suami wajib selalu memberikan pengertian, bimbingan agama kepada istrinya, dan menyuruhnya untuk selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya. (AI-Ahzab: 34, At-Tahrim : 6, Muttafaqun Alaih)
– Suami wajib mengajarkan istrinya ilmu-ilmu yang berkaitan dengan wanita (hukum-hukum haidh, istihadhah, dll.). (AI-Ghazali)
– Suami wajib berlaku adil dan bijaksana terhadap istri. (An-Nisa’: 3)
– Suami tidak boleh membuka aib istri kepada siapapun. (Nasa’i)
– Apabila istri tidak mentaati suami (durhaka kepada suami), maka suami wajib mendidiknya dan membawanya kepada ketaatan, walaupun secara paksa. (AIGhazali)
– Jika suami hendak meninggal dunia, maka dianjurkan berwasiat terlebih dahulu kepada istrinya.
(AI-Baqarah: ?40)
Adab Isteri Kepada Suami ;
– Hendaknya istri menyadari dan menerima dengan ikhlas bahwa kaum laki-Iaki adalah pemimpin kaum wanita. (An-Nisa’: 34)
– Hendaknya istri menyadari bahwa hak (kedudukan) suami setingkat lebih tinggi daripada istri. (Al-Baqarah: 228)
– Istri wajib mentaati suaminya selama bukan kemaksiatan.(An-Nisa’: 39)
Diantara kewajiban istri terhadap suaminya, ialah:
Menyerahkan dirinya;
Mentaati suami;
Tidak keluar rumah, kecuali dengan ijinnya;
Tinggal di tempat kediaman yang disediakan suami;
Menggauli suami dengan baik;
(Al-Ghazali)
– Istri hendaknya selalu memenuhi hajat biologis suaminya, walaupun sedang dalam kesibukan.
(Nasa’ i, Muttafaqun Alaih)
– Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur untuk menggaulinya, lalu sang istri menolaknya, maka penduduk langit akan melaknatnya sehingga suami meridhainya. (Muslim)
Istri hendaknya mendahulukan hak suami atas orang tuanya. Allah swt mengampuni dosa-dosa seorang Istri yang mendahulukan hak suaminya daripada hak orang tuanya. (Tirmidzi)
– Yang sangat penting bagi istri adalah ridha suami. Istri yang meninggal dunia dalam keridhaan suaminya akan masuk surga. (Ibnu Majah, TIrmidzi)
– Kepentingan istri mentaati suaminya, telah disabdakan oleh Nabi saw.: “Seandainya dibolehkan sujud sesama manusia, maka aku akan perintahkan istri bersujud kepada suaminya. (Timidzi)
Istri wajib menjaga harta suaminya dengan sebaik-baiknya. (Thabrani)
– Istri hendaknya senantiasa membuat dirinya selalu menarik di hadapan suami(Thabrani)
– Istri wajib menjaga kehormatan suaminya baik di hadapannya atau di belakangnya (saat suami tidak di rumah). (An-Nisa’: 34)
Ada empat cobaan berat dalam pernikahan, yaitu:
(1) Banyak anak; (2) Sedikit harta; (3) Tetangga yang buruk; (4) lstri yang berkhianat. (Hasan Al-Bashri)
– Wanita Mukmin hanya dibolehkan berkabung atas kematian suaminya selama empat bulan sepuluh hari. (Muttafaqun Alaih)
– Wanita dan laki-laki mukmin, wajib menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluannya. (An-Nur: 30-31)
Isteri Sholehah
– Apabila’ seorang istri, menjaga shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, memelihara kemaluannya, dan mentaati suaminya, niscaya Allah swt. akan memasukkannya ke dalam surga. (Ibnu Hibban)
Diantara kewajiban bagi seorang istri ialah tidak menghamburkan harta suami, dia harus memelihara untuk suaminya. Nabi SAW bersabda:
“Tidak halal bagi seorang istri memberi makan dari rumah suami kecuali dengan izin suami,“.
Istri sholehah itu lebih sering berada di dalam rumahnya, dan sangat jarang ke luar rumah. (Al-Ahzab : 33)
– Istri sebaiknya melaksanakan shalat lima waktu di dalam rumahnya. Sehingga terjaga dari fitnah. Shalatnya seorang wanita di rumahnya lebih utama daripada shalat di masjid, dan shalatnya wanita di kamarnya lebih utama daripada shalat di dalam rumahnya. (lbnu Hibban)
– Hendaknya menjadikan istri-istri Rasulullah saw sebagai tauladan utama.
Hak orang tua ;
wajib mengajarkan kepada putrinya agar mengerjakan kebaikan kepada suami.
Sebagaimana ada riwayat bahwa Asma’ binti Kharijah Al Fazari berkata kepada putrinya ketika menikah:
“Sesungguhnya kamu sudah keluar dari sarangmu yang selama ini mengembangkan dirimu, yakni menuju ke suatu tempat yang belum engkau kenal dan belum terbiasa dengannya. Kamu sebagai dasarnya, dan dia sebagai tiang penyanggamu. Jadilah kamu sebagai budak perempuan untuk lelakimu.
Kamu jangan terlalu banyak meminta, sebab dia bisa melupakanmu. Jika ia dekat, dekatilah; jika dia jauh, menjauhkan; maka jagalah hidung, pendengaran dan matanya. Sekali-kali dia jangan menciummu kecuali engkau selalu harum, tidak mendengar (darimu), kecuali yang bagus-bagus dan tidak melihat, kecuali yang bersih-bersih”.
Semoga manfaat.. Aamiin

Cari dengan google.. !!

Custom Search

Yang Mengunjungi